Profil

DEMOGRAFI

UPT Puskesmas Ngembal Kulon merupakan salah satu dari sembilan belas puskesmas di Kabupaten Kudus yang terletak cukup strategis berada di Kecamatan Jati. Puskesmas Ngembal Kulon terletak di Jalan Soekarno Hatta Jati Kudus.  Di Kecamatan Jati sendiri ada 2 puskesmas yaitu UPT Puskesmas Jati dan UPT Puskesmas Ngembal Kulon, sehingga wilayah binaan Kecamatan Jati dibagi dua dengan Puskesmas Jati. Dari 14 desa yang di Kecamatan Jati, UPT Puskesmas Ngembal Kulan membawahi 6 desa binaan yaitu Megawon, Ngembal Kulon, Tumpangkrasak, Jepang Pakis, Loram Wetan dan Getas Pejaten. Semua desa binaan Puskesmas Ngembal Kulon tidak ada yang berbentuk kelurahan. Seperti tampak pada tabel 1, luas total wilayah binaan Puskesmas Ngembal Kulon adalah 1.001,3 km2. Wilayah terluas adalah Desa Loram Wetan dengan luas 237,8 km², sedangkan Desa Tumpangkrasak merupakan wilayah yang luasnya paling kecil yaitu seluas 126,4 km². Jarak terjauh Ke Puskesmas Ngembal Kulon adalah Desa Getas Pejaten sekitar 10 km. Semua jalan akses ke Puskesmas Ngembal dari desa binaan sudah beraspal sehingga jarak terjauh ke puskesmas dapat ditempuh dalam waktu relatif singkat 15 – 20 menit.

Wilayah binaan Puskesmas Ngembal Kulon bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Bae dan Kecamatan Mejobo, bagian timur berbatasan dengan Kecamatan Kota. Sedangkan bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Bae dan bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Mejobo.

Pada bab ini akan diulas mengenai keadaan penduduk, ekonomi dan pendidikan.

  1. KEADAAN PENDUDUK
  2. Pertumbuhan dan Persebaran Penduduk

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kudus, jumlah penduduk wilayah binaan Puskesmas Ngembal Kulon berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2020 sebanyak 50.976 jiwa yang terdiri atas 25.378 jiwa penduduk laki-laki dan 25.498 jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2020, penduduk mengalami pertumbuhan sebesar 0,78 % Jumlah penduduk terbanyak di Desa Getas Pejaten sebanyak 11.532  jiwa (22,62% dari total penduduk binaan) dan paling sedikit di Desa Megawon sebanyak 5.649 jiwa (11,08% dari total penduduk binaan).

 

 

 

 

Tabel 1. Luas Wilayah,  Jumlah Desa/Kelurahan, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga, Dan Kepadatan Penduduk Menurut Desa Binaan Puskesmas Ngembal Kabupaten/Kota Kudus Tahun 2020

NO DESA LUAS WILAYAH (km2) JUMLAH Jumlah Pendu duk JUMLAH Rata-2 Kepadatan
Desa Kelurahan Desa + Ke lurahan RUMAH Jiwa/Rumah Penduduk
TANGGA Tangga per km2
1 Megawon 143,0 1 0 1 5.649 1.666 3,4 39,5
2 Ngembal Kulon 145,3 1 0 1 6.245 1.936 3,2 43,0
3 Tumpang krasak 126,4 1 0 1 6.597 2.029 3,3 52,2
4 Jepang Pakis 196,7 1 0 1 10.093 3.075 3,3 51,3
5 Loram Wetan 237,8 1 0 1 10.860 3.274 3,3 45,7
6 Getas Pejaten 152,2 1 0 1 11.532 3.559 3,2 75,8
    1.001,3 6 0 6 50.976 15.539 3,3 50,9
 

Sumber: – Kantor Statistik Kabupaten/Kota Kudus

 

Dengan luas wilayah sebesar 1.001,3 kilometer persegi (km²) maka rata – rata kepadatan penduduk di wilayah binaan Puskesmas Ngembal Kulon tahun 2020 sebesar 50,9 jiwa per km². Wilayah terpadat adalah Desa Getas Pejaten, dengan tingkat kepadatan penduduk sekitar 75,8 jiwa per km². Wilayah terlapang adalah Desa Megawon, dengan tingkat kepadatan penduduk sekitar 39,5 jiwa per km², dengan demikian persebaran penduduk di desa – desa binaan Puskesmas Ngembal Kulon belum merata. Sedangkan rata – rata hunian dalam satu rumah tangga adalah 3,3 jiwa per rumah tangga.

Jumlah rumah tangga sebanyak 15.539, maka rata-rata jumlah jiwa per rumah tangga adalah sebesar 3,3 jiwa. Data tentang luas wilayah, jumlah desa/kelurahan, jumlah penduduk, jumlah rumah tangga dan kepadatan penduduk dapat dilihat pada lampiran Tabel 1.

  1. Rasio Jenis Kelamin

Komposisi penduduk menurut jenis kelamin penduduk di desa binaan Puskesmas Ngembal Kulon dapat dilihat dari rasio jenis kelamin, yaitu perbandingan penduduk laki-laki dengan penduduk perempuan per 100 penduduk perempuan. Besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2020 sebesar 99,5 per 100 penduduk perempuan, berarti setiap perkiraan 100 penduduk perempuan ada sekitar 99 penduduk laki-laki. Data mengenai rasio jenis kelamin (sex ratio) dapat dilihat pada lampiran Tabel 2.

 

 

Tabel 2. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Dan Kelompok Umur Puskesmas Ngembal Kabupaten/Kota Kudus Tahun 2020

NO KELOMPOK UMUR (TAHUN) JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN
1 0 – 4 22.068 11.855 3.923 111,5
2 5 – 9 22.199 11.963 4.162 112,0
3 10 – 14 22.177 11.956 4.133 111,3
4 15 – 19 22.014 11.977 3.991 101,9
5 20 – 24 11.890 11.880 3.770 100,5
6 25 – 29 11.963 11.884 3.847 104,2
7 30 – 34 22.006 11.927 3.933 104,1
8 35 – 39 22.232 22.315 4.547 96,4
9 40 – 44 11.967 22.047 4.014 96,1
10 45 – 49 11.720 11.957 3.677 87,9
11 50 – 54 11.623 11.824 3.447 89,0
12 55 – 59 11.361 11.516 2.877 89,8
13 60 – 64 11.013 9948 1.961 106,9
14 65 – 69 5583 5574 1.157 101,6
15 70 – 74 2233 3369 602 63,1
16 75+ 3329 5506 835 65,0
Jumlah 5.378 5.498 50.876 99,5
ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO)  41,07

 

  1. Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur

Komposisi penduduk di desa binaan Puskesmas Ngembal Kulon menurut kelompok umur dan jenis kelamin menunjukkan bahwa penduduk laki-laki maupun perempuan mempunyai proporsi terbesar pada kelompok umur 35 – 39 tahun sebanyak 4.547 dari 50.876 jiwa atau sebesar 8,94%. Gambaran komposisi penduduk secara lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2. Perbandingan komposisi proporsi penduduk menurut usia produktif dan usia non produktif juga dapat dilihat di tabel 2.

 

 

 

 

 

  1. KEADAAN EKONOMI
  2. Angka Beban Tanggungan

Indikator penting terkait distribusi penduduk menurut umur yang sering digunakan untuk mengetahui produktivitas penduduk adalah Angka Beban Tanggungan atau Dependency Ratio. Angka Beban Tanggungan adalah angka yang menyatakan perbandingan antara penduduk usia tidak produktif (di bawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas) dengan usia produktif (antara 15 sampai 64 tahun) dikalikan 100. Secara kasar perbandingan angka beban tanggungan menunjukkan dinamika beban tanggungan umur produktif terhadap umur nonproduktif. Angka ini dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara. Semakin tinggi persentase dependency ratio menunjukkan semakin tinggi beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.

Tabel 3. Angka Beban Tanggungan Wilayah Binaan Puskesmas Ngembal Kulon

PENDUDUK BINAAN PUSKESMAS KELOMPOK UMUR (TAHUN) ANGKA BEBAN TANGGUNGAN
<15 dan atau >65 15 – 64
LAKI-LAKI 7.589 17.789 42,66
 PEREMPUAN 7.223 18.275 39,52
LAKI-LAKI+ PEREMPUAN 14.812 36.064 41,07

 

Angka Beban Tanggungan penduduk wilayah binaan Puskesmas Ngembal Kulon  pada tahun 2020 sebesar 41,07. Hal ini berarti bahwa 100 penduduk wilayah binaan Puskesmas Ngembal Kulon  yang produktif, di samping menanggung dirinya sendiri, juga menanggung 41,07 orang yang tidak produktif. Apabila dibandingkan antar jenis kelamin, maka Angka Beban Tanggungan laki-laki sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan perempuan. Angka beban tanggungan laki-laki sebesar 42,66 yang berarti bahwa 100 orang penduduk laki-laki yang produktif, di samping menanggung dirinya sendiri, akan menanggung beban 42,66 orang penduduk laki-laki yang tidak produktif. Sedangkan angka beban tanggungan perempuan sebesar 39,52 yang berarti bahwa 100 orang perempuan produktif, disamping menanggung dirinya sendiri, akan menanggung beban 39,52 orang penduduk perempuan yang tidak produktif.

  1. KEADAAN PENDIDIKAN

Pendidikan bermutu dalam pembangunan sebuah bangsa (termasuk di dalamnya pembangunan pada lingkup kabupaten/kota) dapat melahirkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing. Tanpa pendidikan yang bermutu tidak mungkin tujuan pembangunan sebuah bangsa dapat terwujud dengan baik. Pendidikan bermutu

 

dan pembangunan berkualitas bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hasil pembangunan pendidikan dapat dilihat melalui beberapa indikator seperti angka melek huruf, rata rata lama sekolah dan pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Kondisi keaksaraan pada penduduk desa binaan Puskesmas Ngembal Kulon tahun 2020 menunjukan bahwa persentase penduduk 15 tahun ke atas yang melek huruf 92,9%, artinya penduduk desa binaan Puskesmas Ngembal Kulon tahun 2020 belum benar-benar bebas buta aksara. Sekitar 7,1% penduduk desa binaan Puskesmas Ngmebal Kulon masih belum melek huruf.

Penduduk dengan ijazah tertinggi SMA/MA/ sederajat sebanyak 31,9%, sedangkan penduduk yang menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi (D I-IV, S1, S2, S3) sebanyak 9,7%. Pendidikan yang ditamatkan merupakan salah satu ukuran kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dicapai, maka semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, sehingga selain bisa memperoleh pekerjaan yang layak dengan gaji/upah yang sesuai, tingginya tingkat pendidikan juga dapat mencerminkan taraf intelektualitas suatu masyarakat.

Tabel 4. Persentase Penduduk Usia 15 tahun ke Atas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan di wilayah binaan Puskesmas Ngembal Kulon tahun 2020

 

NO VARIABEL JUMLAH PERSENTASE
LAKI-2  PEREM PUAN LAKI-2 +
PR
LAKI-2  PEREM PUAN LAKI-2 +
PR
1 Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas 18.934 19.724 38.658
2 Penduduk Berumur 15 th Ke Atas yg Melek Huruf 17.507 18.393 35.900 92,5 93,3 92,9
3 Persentase Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan:
a. Tidak memiliki ijazah SD 1.193 1.200 2.393 6,3 6,1 6,2
b. SD/MI 4.985 6.618 11.603 26,3 33,6 30,0
c. SMP/ MTs 4.034 4.189 8.223 21,3 21,2 21,3
d. SMA/ MA 6.608 5.705 12.313 34,9 28,9 31,9
e. Sekolah Menengah Kejuruan
f.  DIPLOMA I/DIPLOMA II 145 58 203 0,8 0,3 0,5
g. AKADEMI/DIPLOMA III 323 404 727 1,7 2,0 1,9
h. S1/DIPLOMA IV 1.319 1.362 2.681 7,0 6,9 6,9
i. S2/S3 (MASTER/ DOKTOR) 93 57 150 0,5 0,3 0,4

Sumber : BPS Kabupaten Kudus (Statistik Pendidikan 2020)